Ujian kok santai-santai!

No comment 88139 views
junaidi1 BATAM -- Saat ini di SD Islam Hang Tuah sedang berlangsung ujian mid semester genap dan akan berlangsung selama 5 hari. Sebelumnya saya dan rekan-rekan guru yang lainnya sibuk mempersiapkan soal yang akan diujikan ke anak didik kami.
Ada satu hal yang sering menjadi kebimbangan di hati dan fikiran ini, apakah anak-anak kelas saya mampu menjawab soal yang saya buat?  Tentu sebagai seorang guru saya harus terus optimis bahwa anak-anak saya bisa menjawab soal yang saya buat.
Satu persatu soal mulai saya ketik di laptop dan terus membuka buku guru mencari soal yang akan saya berikan dan setelahnya baru saya periksa dan edit kembali.
Persiapan pun terus dilakukan seperti mengkopi kertas ujian serta mengingatkan anak-anak untuk melunasi spp sampai bulan Maret yang menjadi persyaratan mengikuti ujian mid semester genap ini.
Dan yang tak kalah pentingnya adalah terus memberikan motivasi serta mengingatkan anak-anak saya perlunya melakukan persiapan sebelum menghadapi ujian seperti mengulangi/membaca kembali pelajaran yang sudah dipelajari sebelumnya.
Mengurangi aktivitas bermain, nonton tv, main warnet, main game dan jaga kesehatan supaya tetap sehat dan kuat dalam menghadapi ujian. 
Saya mengutip dari pepatah arab "من عرف بعد السفر استعد "man arofa bu'dassafari istaadda" artinya : barang siapa yang tau jauhnya perjalanan maka dia akan bersiap-siap" saya pun kembali menambahkan bahwa ujian itu adalah usaha dan doa.
"Anak-anak usaha dalam ujian itu pasti dan berdoa itu sangat penting," tegasku kepada anak-anak.
Hari pertama ujian pun tiba, tepatnya hari Senin 23 Maret 2015 saya melihat anak-anak begitu antusias dan semangat untuk mengikuti ujian, semoga semangat itu betul-betul mencerminkan semangat mereka belajar di rumah aamiin, ungkapku dalam hati.
Anak-anak pun mulai berbaris di depan kelas dan saya pun sudah siap di depan pintu untuk bersalaman dengan anak-anak dan mengecek persiapan mereka seperti alat tulis buku yang mereka bawa.
Kemudian mereka duduk sesuai dengan nomor ujian mereka dan mulai berdoa.
Setelah berdoa saya bertanya kepada anak-anak, "Apakah kalian sudah sarapan?
"Sudah mister," jawab mereka serentak.
Saya kembali bertanya lagi, "apakah kalian sudah belajar di rumah?"
"Sudah mister," jawab mereka lagi.
Kemudian saya bertanya kembali, "Siapa yang bawa buku dan baca sebelum masuk kelas tadi? coba tunjuk tangan!"
Hanya tiga anak yang tunjuk tangan. "Terus yang lainnya baca buku gak tadi?" tanyaku lagi.
"Enggak mister," jawab mereka serentak.
"Jangankan baca, bukunya aja gak bawa!" jawab seorang anak yang paling malas di kelas saya dengan gaya santainya.
Mendengar itu saya pun kembali menegaskan kepada anak-anak besok semuanya wajib bawa buku tema dan buku tulis catatan dan dibaca sebelum masuk kelas, kalau nggak tidak diikutkan ujian. Keesokan harinya saya cek buku mereka dan alhamdulillah semuanya bawa dan bisa baca buku sambil duduk di kursi baru kantin Hang Tuah.
Saya doakan mereka mendapatkan hasil yang terbaik dan terus mengingatkan akan pentingnya belajar kapanpun dan dimanapun. Dan mereka akan terus ingat itu, bahkan sampai mereka sudah keluar dari sekolah ini.
Syukron.